Fakultas Syariah & Hukum
Perbandingan Madzhab

PROGRAM STUDI

PERBANDINGAN MADZHAB

FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM

UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

 

Visi

Menjadi Program Studi Yang Unggul Dan Kompetitif Dalam Bidang Perbandingan Madzhab Ilmu Syari’ah di Indonesia  Pada Tahun 2020 

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dalam bidang perbandingan madzhab ilmu syari’ah yang berorientasi kepada pemahaman landasan hukum, konsep, teori, dan landasan ijtihad.
  2. Menyelenggarakan kajian ilmiah dan penelitian bidang Perbandingan madzhab ilmu syari’ah yang berkualitas, dapat memenuhi kebutuhan akademik dan bermanfaat bagi masyarakat.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat, berupa  praktek ijtihad, penyuluhan hukum, dalam rangka mencetak sumber daya manusia yang professional, kompeten, dan berdaya saing tinggi.
  4. Menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga Hukum, Lembaga Keagamaan, dan atau intansi-intansi  yang bergerak  di bidang hukum.

Tujuan

  1. Terwujudnya Program Studi Perbandingan Madzhab (PM) sebagai pusat studi perbandingan madzhab ilmu syari’ah pada Fakultas Syari`ah dan hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
  2. Terciptanya lulusan PM (sarjana)  yang menguasai ilmu perbandingan madzhab secara komparatif dan komprehensif serta menguasai  metodologi   yang  digunakan.
  3. Terciptanya lulusan PM (sarjana) berwawasan luas, toleran dan mampu menghargai berbagai perbedaan pemikiran yang muncul dan berkembang di dalam hukum Islam serta mampu mencari jalan keluar (problem solver) terhadap setiap permasalahan  yang muncul di tengah masyarakat
  4. Terciptanya lulusan PM yang memiliki kualifikasi keilmuan dan profesionalitas dalam bidang perbandingan mazdhab ilmu syari’ah, baik pada tataran penggalian hukum (istinbath ahkam) maupun pada tataran penerapan hukum (tathbiq al-ahkam).

Kurikulum

UIN Sunan Gunung Dajati  Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki tujuan Tri Darma Perguruan  tinggi untuk melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian, oleh karena itu segala sesuatu  dalam pengembangan dan pelaksanaanya diikat oleh norma-norma perguruan tinggi. UIN sebagai perguruan tinggi Islam memiliki tantangan yang berbeda dengan perguruan tinggi lainnya,  UIN dihadapkan pada realitas paradigma ”dikotomi ilmu”  (antara ilmu agama dan ilmu umum), dengan realitas keilmuan yang terpisah ini, UIN memiliki kewajiban dalam pengembangan dan pengelolaannya memasukan unsur-unsur keislaman sehingga menjadi identitas diri, baik dalam aspek pendidikan, penelitian atau aspek pengabdinnya, dalam kerangka  mengintegrasikan ilmu agama dan umum, UIN merancang platform dan strategi pengembangan pendidikan tingginya  ditujukan untuk meyiapkan sarjana muslim yang memiliki akhlaq mulia, kecakapan dan keterampilam akademik, berjiwa profesional sehingga dapat digunakan dalam bekerja, belajar dalam pendidikan lanjut, serta berinteraksi dalam lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar dalam kehidupan bermasyarakat menuju masyarakat belajar, beradab dan cerdas, dan tentu saja berakhlaqul karimah.     

Kurikulum sebagai blue print  standar pencapaian prestasi akademik, di Program studi Perbandingan Madzhab dirumuskan atas dasar; 1) kompetensi academic skills dan keterampilan hidup (life skills); 2) adaptif terhadap perubahan; 3) meningkatkan kemampuan intelektual dan; 4) pengembangan sarana dan prasarana, dengan indikator pengelolaan kurikulum sebagai berikut:

  1. Memperhatikan aspek kecerdasan intelek­tual, emosional dan spritual secara proporsional
  2. Penjabaran kurikulum dilaksanakan atas inisiatif, usaha mandiri, dan kreativitas dosen
  3. Dosen konsisten mengacu kepada kurikulum dalam pengembangan perangkat perkuliahan
  4. Program pembelajaran diberitahukan kepada mahasiswa
  5. Kurikulum dapat dipahami dengan mudah oleh dosen dalam merencana­kan perkuliahan
  6. Mata kuliah diringkas untuk mempermudah mahasiswa mempelajari dan disediakan lengkap dengan jadwal waktunya
  7. Rencana perkuliahan secara berkala diperiksa oleh Prodi, baik isi  maupun kecocokannya
  8. Sumber dan alat perkuliahan diusahakan cukup memadai dalam mendukung perkuliahan
  9. Program pengambilan mata kuliah ulang dilaksanakan bagi mahasiswa yang berkemampuan rendah/nilai  dibawah standar (semester pendek)
  10. Perkuliahan terkoneksi dengan sumber-sumber dan sentra-sentra perkuliahan, dengan ruang perpustakaan, labolatorium lembaga keuangan, laboratorium komputer, ataupun tempat tertentu di lingkungan perkuliahan
  11. Memanfaatkan tenaga berpengalaman dari unsur profesional (Hakim PA, Pengacara), atau orang-orang berpenga­laman lainya sebagai narasumber baik untuk penguatan kapasitas dosen dalam mengajar maupun dalam membagi pengalaman sukses yang terkait dengan kompetensi dasar tertentu yang perlu dimiliki mahasiswa

Kompetensi Lulusan

Kompetensi Utama

Lulusan Program Studi Perbandingan Madzhab diharapkan memiliki kompetensi:

  1. Memiliki keahlian dalam penggalian hukum Islam (syari’ah) (istinbath al-ahkam) dengan menggunakan pendekatan perbandingan (muqarin), yakni penguasaan terhadap fiqih dan ushul fiqih dengan pendekatan perbandingan terhadap madzhab-madzhab fiqih yang berkembang di dunia Islam, dan penguasaan terhadap fatwa-fatwa hukum Islam kontemporer;
  2. Memiliki keahlian dalam merumuskan dan menyusun naskah akademik suatu perundang-undangan (legal drafting);
  3. Memiliki keahlian dalam penerapan hukum Islam dan hukum nasional yang telah diundangkan di Indonesia (qanun) seperti Undang-Undang Peradilan Agama, Undang-Undang Hukum Perkawinan, Undang-Undang Hukum Waris, Undang-Undang Hukum Wakaf, Undang-Undang Hukum Zakat dan Undang-Undang Hukum Perbankan Syari`ah.
  4. Memiliki wawasan dan Keahlian dalam perbandingan hukum Islam dengan hukum yang berasal dari luar syari`at Islam yang berlaku di Indonesia, baik hukum materilnya maupun hukum formilnya, seperti Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Dagang, Hukum Agraria, Hukum Tata Negara, Hukum Perlindungan Konsumen dan Hukum tentang Hak-hak Azasi Manusia (HAM);
  5. Memiliki keahlian praktis dalam menangani administrasi hukum di Pengadilan Agama dan KUA;
  6. Memiliki keahlian dalam beracara di depan sidang pengadilan dan melakukan advokasi hukum terutama di Pengadilan Agama; 

Untuk mencapai kompetensi utama lulusan tersebut, kurikulum dan silabus telah mulai dirancang dengan konsep Edutainment yang mewajibkan lulusannya selain memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidangnya (kompetensi utama), di mana pada Program Studi Perbandingan Madzhab kompetensi utama dicerminkan lewat mata kuliah berbasis ilmu  ilmu syariah, yang ditujukan agar lulusan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan oleh Program Studi Perbandingan Madzhab. Dimana kompetensi utama disebarkan dalam mata kuliah dengan nilai sebaran sebanyak 60%.

Kompetensi Pendukung

Lulusan Program Studi Perbandingan Madzhab diharapkan memiliki kompetensi pendukung:

  1. Memiliki keahlian dalam pelaksanaan Hisab dan Rukyat untuk menetapkan kalender bulan Hijriyah, jadwal waktu shalat dan penentuan arah qiblat.
  2. Memiliki keahlian dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan hukum Islam.Terampil berkomunikasi, menganalisis problematika masyarakat, mengidentifikasi dan memilih solusinya serta mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
  3. Memiliki pemahaman secara mendalam tentang prinsip-prinsip hukum nasional, sosiologi hukum, hukum-hukum positif dan hukum adat di Indonesia serta mampu mengapresiasi, membandingkan serta menganalisisnya

Kompetensi Lainnya/Pilihan

  1. Lulusan memiliki pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan tentang prinsip-prinsip hukum Islam, mampu membaca dan memahami serta menghafal beberapa ayat al-qur’an, hadits, kaidah fiqih, dan kaidah ushul fiqih, serta kaidah hukum dengan baik serta berprilaku sesuai etika islami (akhlakul karimah).
  2. Lulusan mempunyai pengetahuan, kemampuan dan kebiasaan dalam menggunakan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan profesinya sesuai dengan tuntutan global dan kemajuan teknologi.